Remy Soetansyah: Manajemen SMASH Agak Berlebihan
Kapanlagi.com - Wartawan hiburan senior Remy Soetansyah menilai wajar jika artis atau boysband yang tengah ngetop minta bayaran untuk setiap wawancara. Pernyataan ini menyangkut rumor manajemen SMASH yang meminta bayaran Rp20 juta setiap kali wawancara. "Setahu gue itu memang berlaku. di barat pun begitu. Di Indonesia dulu Rendra itu kalau diwawancarai memang bayar. Bagi gue itu terhormat. Tapi kalau minta honor sampai jutaan, itu memang maruk. Bukan Rendra saja, tapi dalam jumlah yang pantas. Kalau sekarang sampai Rp20 juta gila," ungkap Remy Soetansyah, Selasa (06/06/2011) melalui telepon.Namun bisa saja, lanjut Remy, SMASH sebagai artis tidak mengetahui sistem kerja sama yang dilakukan oleh manajemennya. Jadi kemungkinan yang sangat menentukan di manajemen.
"Kalau gue bilang yang belum siap itu manajemennya. Mungkin mereka (SMASH) belum tentu tahu keputusan manajemen apakah merestui, atau setuju. Jadi manajemen yang harus bisa bercermin," ungkapnya.
"Kalau menurut gue sih agak berlebihan, SMASH kan nggak ada gosip, sekitar panggung, nggak biasa saja. Mereka kan nggak ada kita nggak gede. Nggak ada pemahaman, harusnya adalah orang yang ada di tengah yang bikin bargaining," terangnya.
Romy juga menduga kalau manajemen SMASH orang baru yang mungkin belum mengetahui seluk-beluk kerja sama dengan pers. Media perlu melakukan pendekatan dan perlu juga seorang penengah yang bisa menjembatani.
"Semua itu kan mood, paling kuat setahun dua tahun sudah hebat. Kita nggak tahu bisa berapa lagu mereka kuat. Karena itu tergantung sama lagu. Untung kalau lu dapat bagus, kalau cuma dandanan gerak itu penunjang, utama tetap lagu. Baju, nari, itu kan penunjang," pungkasnya. (kpl/adt/dar)
No comments:
Post a Comment